Tips Membeli Serta Merawat Botol Susu Bayi

Memberikan ASI atau susu formula untuk bayi adalah hal yang harus dilakukan para ibu. Pemberian ASI perah atau susu formula dengan menggunakan botol susu, juga merupakan hal yang biasa. Tapi tahukah anda bahwa anda harus memilih jenis botol susu yang tepat untuk bayi, dan merawat botol susu dengan cara yang benar. Misalnya dengan menggunakan sabun cuci pembersih botol, saat membersihkannya.

Untuk membuat botol susu bayi selalu tampak jernih, keras, tidak mudah pecah, biasanya produsen botol susu akan menggunakan bahan BPA. Yang ternyata zat kimia tersebut dapat membahayakan kesehatan bayi. Sehingga sebaiknya anda memilih jenis botol susu yang tidak mengandung bahan BPA, dan memilih jenis botol susu yang lebih aman untuk kesehatan bayi.

Cara Memilih Dan Merawat Botol Susu Untuk Bayi

Ketika membeli botol susu untuk bayi sebaiknya tidak hanya terpaku pada harganya yang murah atau mahal saja. Tetapi anda harus mencermati bagian label, yang tertera di kemasan. Berikut cara memilih dan merawat botol susu bayi :

  1. Sebaiknya anda memilih botol susu plastik yang bebas bahan BPA. Botol kaca juga bisa menjadi bahan alternatif, tetapi botol susu berbahan kaca bisa retak atau pecah jika terkena suhu tinggi atau terkena lemparan. Sehingga serpihannya bisa masuk ke dalam botol. Hal itu juga cukup membahayakan.
  2. Segera mengganti botol susu jika sudah tampak tergores, atau warnanya sudah berubah. Karena ada kemungkinan hal itu bisa melepaskan zat kimia yang berbahaya pada botol susu dan tercampur dengan air susu.
  3. Untuk menghangatkan botol susu ketika anda mencucinya, disarankan untuk merendamnya di dalam baskom dengan menggunakan air hangat. Jangan menghangatkannya dengan microwave, karena zat kimia pada botol susu tersebut bisa terlepas.
  4. Pilih sabun khusus pembersih botol yang tepat, dan tentu saja harus aman untuk bayi. Pilih sabun pencuci yang teksturnya lembut, dan jangan menggunakan deterjen yang sifatnya iritatif. Karena jenis deterjen tersebut juga tidak aman untuk bayi, bahkan bisa membahayakan kesehatannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *