Sering Mengantuk Setelah Makan? Ini Penjelasan dan Faktor Penyebabnya Secara Medis!

Hampir semua orang sepertinya pernah mengalami ini, mengantuk setelah makan. Banyak yang mengeluh tak bisa berpikir dalam kondisi perut yang lapar. Maka dari itu, seseorang akan memutuskan untuk mengisi perut yang lapar itu dengan makanan.

Namun, kita justru dihadapkan pada masalah lain: kantuk. Tentu kita bertanya tanya, mengapa kita merasa ngantuk setelah makan? Ternyata makanan yang masuk ke perut kita cukup bertanggung jawab atas timbulnya rasa kantuk.

Ada angapan umum bahwa nasi bisa membuat kita mengantuk. Untuk mengetahui penyebab kantuk yang datang setelah makan, yang pertama kali kita perhatikan adalah komposisi makanan yang masuk ke perut kita. Makanan yang banyak mengandung pati dan manis seperti nasi, roti, kentang, minuman manis, dan sebagainya dapat menjadi faktor utamanya.

Di dalam tubuh kita, makanan bertepung dan manis meningkatkan kadar glukosa darah kita. Menanggapi peningkatan kadar glukosa darah ini, insulin dikeluarkan. Insulin pada dasarnya memungkinkan pengambilan glukosa oleh sel sel tubuh kita.

Karena glukosa dibutuhkan oleh sel kita untuk menghasilkan energi, insulin sangat penting untuk aktivitas dan tingkat energi kita sehari hari. Masalahnya muncul ketika kita makan terlalu banyak jenis makanan ini. Ketika kita mengisi makanan bertepung, kadar glukosa darah kita melonjak dan kelebihan insulin disekresikan ke dalam aliran darah untuk mengelola jumlah glukosa yang sangat banyak tersebut.

Karena tindakan konstan oleh insulin pada sel sel tubuh untuk menurunkan kadar glukosa darah kronis tinggi, sel sel kita mengembangkan resistensi terhadap aksi insulin. Resistensi insulin ini benar benar berita buruk bagi tubuh, sejak saat itu menjadi sangat sulit untuk mengelola kadar glukosa darah. Dan tingkat energi juga akan mulai berkurang, karena insulin tidak dapat lagi merangsang glukosa untuk masuk ke dalam sel.

Pada saat itulah kita akan menerima serangan rasa kantuk ryang tak tertahankan. Karena kadar gula darah kita yang tinggi setelah makan makanan bertepung dan ketidakmampuan insulin untuk memasukkannya ke dalam sel kita karena resistensi insulin, tubuh mulai mengubah glukosa menjadi lemak untuk disimpan. Proses konversi ini sangat membebani cadangan energi tubuh dan menghasilkan kantuk setelah makan yang dialami hampir setiap orang.

Berbagai makanan juga menyebabkan perubahan aktivitas otak dengan mempengaruhi satu atau lebih bahan kimia di otak. Karbohidrat, misalnya, memberi tubuh kita prekursor yang diperlukan untuk sintesis neurotransmitter serotonin, yang menenangkan kita. Oleh karena itu masuk akal bahwa makan makanan kaya berkarbohidrat akan menghasilkan kelebihan serotonin.

Hal itulah yang menyebabkan kita menjadi terlalu tenang dan santai, juga dikenal sebagai "tertidur". Beralihlah ke makanan berprotein tinggi, seperti daging, ikan, keju, telur, dan lain lain. Makanan tersebut mengandung asam amino triptofan, yang digunakan oleh tubuh kita sebagai prekursor lain untuk serotonin.

Sekali lagi, efek menenangkan yang dihasilkan mungkin terlalu banyak dan rasa kantuk akan segera menyerang. Bahan kimia lain yang berkontribusi terhadap timbulnya rasa kantuk adalah hormon melatonin. Peran utama hormon ini dalam tubuh kita adalah untuk secara langsung menghasilkan tidur.

Karena itu, makan makanan seperti ceri, yang mengandung sejumlah kecil melatonin, dapat mengirim sinyal ke tubuh kita untuk memberi tahu bahwa sudah waktunya tidur siang. Tidak banyak yang kondisinya benar benar normal. Namun,kita dapat mengurangikantukdan tetap waspada dengan memeriksa diet.

Semakin banyak makan, semakin banyak energi yang dibutuhkan untuk mencerna makanan, dan semakinbesar rasa kantuk. Jadi, jaga agar makan siang ringan dan konsumsi makanan kecil sepanjang hari. Makanan yang lebih kecil secara berkala akan membuatkita lebih kenyang dan mencegah konsumsi makanan tinggi karbohidrat atau asin.

Hindari terlalu banyak karbohidrat atau lemak untuk makan siang dan makan makanan yang mudah dicerna.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *