Mengenal Sejarah Perang Badar, Pertempuran Besar Pertama Umat Muslim

Pertempuran Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624).

Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan.

Dalam Sejarah Perang Badar sendiri telah mencatat, bahwa ada beberapapenyebab Perang Badaryang sangat mendasar, seperti sering adanya terror, penindasan dan perampasan rumah serta harta, bahkan hingga terjadinya pengusiran Kaum Muslimin di wilayah tersebut (Kota Mekkah). Selain itu, Kaum Quraisy juga mendzalimi, menyiksa dan merebut barang dagangan kaum muslimin, sehingga Perang Badar ini terjadi untuk memberikan pelajaran atau pembalasan terhadap kaum Quraisy atas kekejamannya dan mengembalikan harta benda milik kaum muslim. Dan pernah suatu ketika, Seorang anak muda Quraisy melemparkan kotoran kepada Rasulullah SAW.

Saat tiba di rumah anak perempuannya yang masih kecil yaitu Fatimah Azahra, melihat ayahnya yang berlumuran kotoran, Ia pun menangis. Sesegera mungkin Nabi berusaha menenangkan gadis kesayangannya tersebut, dan Rasulullah pun berkata, “Jangan menangis gadis kecilku, karena Allah akan melindungi ayahmu”. Kalimat tersebut, kemudian ditambahkan oleh Nabi untuk dirinya sendiri : “Quraisy tak pernah memperlakukan Aku seburuk ini ketika Abu Tholib masih hidup”.

<div ><div id=’RencanaPembunuhanNabiMuhammad’><ul ><li style=’border bottom : 1px solid #a2a9b1;’><h2> </h2></li></ul> </div></div> Puncaknya, pada September 622 M, dalam satu pertemuan yang melibatkan para pembesar Qurisy, Abu Jahal mengusulkan pembunuhan terhadap Nabi. Agar tidak menciptakan permusuhan di keluarga bani Hasyim, pembesar tersebut meminta setiap pemuda berpengaruh yang ada di bani bani Quraisy turut terlibat, sehingga setiap bani akan bertanggung jawab memberikan yang ganti darah untuk memuaskan bani Hasyim.

Namun, rencana tersebut telah diketahui oleh Malaikat Jibril, dan dengan cerdik, Nabi hijrah meninggalkan rumahnya bersama Abu Bakar menuju Yastrib (Madinah). Di saat itulah, Ia mengizinkan Ali untuk mengisi tempat tidurnya guna mencegah para pemuda Quraisy yang telah mengepung rumahnya. Namun perjalanan ini sebagai pengamanan diri saja, bukansejarah peristiwa isra mi’raj.

Meskipun begitu, bukan berari pertikaian dengan Quraisy Mekkah telah reda. Kaum Muhajirin (penduduk Mekkah muslim yang ikut hijrah) mengalami kesusahan dalam mencari nafkah di Madinah, sehingga sebagian dari mereka menggantungkan hidupnya kepada penduduk islam di Madinah atau kaum Anshar. Dan saat itulah, turun sebuah wahyu, Surat Al Hajj ayat 39 40 yang mengizinkan Nabi bersama pengikutnya memerangi orang yang memerangi mereka. ini ayat Al Quran yang berisi perintah jihad.

Setelah adanya wahyu tersebut, Nabi bersama kaum Muhajirin telah menerapkan Ghazwu atau serangan demi bertahan hidup yang biasa dilakukan masyarakat Arab Nomaden. Namun, serangan yang dimulai sejak 623 ini kerap mengalami kegagalan karena umat islam memiliki sedikit informasi, baik mengenai waktu dan rute perjalanan musuh, sehingga tidak ada kerugian dan korban di pihak musuh. <div ><div id=’PenyerbuanTerhadapKaumQuraysDenganStrategiGhoswu’><ul ><li style=’border bottom : 1px solid #a2a9b1;’><h2> </h2></li></ul> </div></div>

Dan pada September 623, rosulullah memutuskan untuk memimpin langsung kaum muslimin untuk penyerbuan rombongan dagang kaum Qurasy yang dipimpin Ummayah ( yang pernah menyiksa Abu Bakar), namun lagi lagi usaha menyergap kafilah yang membawa 2.500 unta itu mengalami kegagalan. Namun bukan semuanya dalam setrategi ghoswu mengalami kegagalan, karena pada Januari 624 insiden serius terjadi tepatnya pada akhir bulan Rajab yang dianggap suci. Kala itu satu dari pedagang Quraisy mekah yang sedang berkemah di lembah nakhlah (antara mekah dan toif) tewas terkena panah pasukan Abdullah bin jahsy dalam sebuah misi ghazwu. Sontak saja Peristiwa ini menimbulkan kemarahan dan dendam dikalangan qurasy mekah. Bagi mereka. hal ini bukan saja ancaman keamanan. Tapi juga dianggap penghinaan terhadap keyakinan masyarakat arab yang mensucikan bulan rojab dari peperangan. Sampai disini perang besar pun dimulai antara kaum muslimin di madinah dengan kaum quraisy mekah.

Pada 2 hijriah (maret 624) caravan dagang besar pimpinan Abu Sufyan hendak kembali dari suriah.dan nabi pun memimpin langsung aksi ghazwu dengan melibatkan sekitar 313 orang muslim, diriwayatkan 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta dan 2 kuda. Di dalam pasukan tersebut juga terdapat paman nabi. Dan tiga calon khalifah.

Yaitu Abu bakar, Umar bin khotob, dan Ali bin abu tholib. Bertepatan peristiwa tersebut salah satu sahabat nabi dan juga calon khalifah yaitu ustman bin afan tidak ikut dan harus dirumah sebab istrinya ruqoyah lagi sakit. Dan Orang orang quraisy murka.

Dikarenakan mendengar rencana penyergapan nabi terhadap abu sufyan, di bawah komando abu jahal mereka mengerahkan seluruh klan dan menyiapkan pasukan menuju lembah badar. Untuk menghadang pasukan nabi yang akan menghadang caravan abu sufyan dan rombongan dagangnya yang akan melintasi di sekitar sumur terdekat di lembah badar. Dengan jumlah pasukan perag sekitar 1.000, 600 persenjataan lengkap. 700 unta.

Dan 300 pasukan kuda yang siap untuk menghadapi pasukan rosulullah. Di saat yang sama, abu sufyan dengan cerdik merubah rute caravan dagangnya, melalui yanbu’ menyusuri pesisir laut merah.dan ia pun berhasil selamat. <div ><div id=’14SahabatNabiyangTelahGugur’><ul ><li style=’border bottom : 1px solid #a2a9b1;’><h2> </h2></li></ul> </div></div>

Dengan demikian Sejarah Perang Badar tersebut telah menewaskan 14 sahabat Nabi, seperti Umair bin Abi Waqas, Safwan bin Wahab, Dhu Shimalayn bin ‘Abdi, Mihja bin Shalih, ‘Aqil bin al Bukayr, ‘Ubaydah bin Al Harith, Sa’ad bin Khaythama, Mubashir bin ‘Abd al Mundhir, ‘Haritsah ibn Suraqah, Rafi’ ‘ibn Muala, ‘Umayr ibn Humam, Yazid bin al Harits, Mu’awidh ibn al Harith dan ‘Awf ibn al Harits. Sementara 70 orag dari pasukan Qurays terbunuh termasuk Abu Jahal. <div ><div id=’Sumbersejarah’><ul ><li style=’border bottom : 1px solid #a2a9b1;’><h2> </h2></li></ul> </div></div> Pertempuran Badar adalah salah satu dari sedikit pertempuran yang secara eksplisit dibicarakan dalamal Qur’an.

Nama pertempuran ini bahkan disebutkan padaSurahAli ‘Imran: 123, sebagai bagian dari perbandingan terhadap Pertempuran Uhud. Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang orang yang lemah. Karena itu bertawakallah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.Ali ‘Imran: 123 125 Menurut Yusuf Ali, istilah “syukur” dapat merujuk kepada disiplin. Di Badar, barisan barisan Muslim diperkirakan telah menjaga disiplin secara ketat; sementara di Uhud mereka keluar barisan untuk memburu orang orang Mekkah, sehingga membuat pasukan berkuda Mekkah dapat menyerang dari samping dan menghancurkan pasukan Muslim.

Gagasan bahwa Badar merupakan “pembeda” (furqan), yaitu menjadi kejadian mukjizat dalam Islam, disebutkan lagi dalam surah yang sama ayat 13. “Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan akan) orang orang Muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan Nya siapa yang dikehendaki Nya.

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang orang yang mempunyai mata hati.”Ali ‘Imran:13 Badar juga merupakan pokok pembahasan Surah kedelapanAl Anfal, yang membahas mengenai berbagai tingkah laku dan kegiatan militer. “Al Anfal” berarti “rampasan perang” dan merujuk pada pembahasan pasca pertempuran dalam pasukan Muslim mengenai bagaimana membagi barang rampasan dari pasukan Quraisy.

Meskipun surah tersebut tidak menyebut Badar, isinya menggambarkan pertempuran tersebut, serta beberapa ayat yang umumnya dianggap diturunkan pada saat atau segera setelah pertempuran tersebut terjadi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *