Mengaku Pakai Narkoba demi Stamina, Dulu Nunung Hanya Perlu Makanan Ini Agar Tak Lemas

Kasus penangkapan pelawak senior, Tri Retno Prayudati atau Nunung dan suaminya, Iyan Sambiran masih menjadi sorotan publik. Berdasarkan hasil penyelidikan, istri Iyan Sambiran itu rupanya telah menggunakan narkotika jenis sabu sejak 5 bulan lalu. Saat digerebek pada Jumat (19/7/2019) lalu, Nunung terlihat panik bahkan membuang beberapa gram sabu ke kloset toilet.

Nunung yang kerap mengisi acara di layar televisi ini akhirnya mengakui bahwa dirinya menggunakan sabu sabu hanya untuk meningkatkan stamina. Sabu memang sering kali digunakan beberapa orang hanya untuk meningkatkan perasaan senang atau pun energi untuk menggantikan rasa lelah setelah bekerja. Namun perlu diketahui, sebelum menggunakan sabu dengan harga 1,3 juta per gram, Nunung dulu hanya membutuhkan satu makanan ini untuk meningkatkan staminanya.

Melansir laman Nova.id, Nunung dulu hanya membutuhkan satu makanan ini tatkala dirinya merasa lemas. Pada Oktober 2012, Nunung bersama Azis Gagap, rekan sesama komedian, sedang syuting pengambilan gambar untuk program Rekreasi Azis Nunung di Restoran Banteng di Santika Premiere Dyandara Hotel & Convention, Medan. Pada saat itulah Nunung bercerita soal dirinya yang harus tetap menjaga kesehatan karena sibuk syuting. Bahkan, Nunung membeberkan kegiatan yang membuatnya tetap bugar.

"Sebisa mungkin aku akan makan teratur, minum air putih dan tak lupa suntik vitamin. Bagi aku suntik vitamin itu harus lho, kadang aku suntik sebulan sekali. "Yang paling utama tentu saja menjaga makanan dan porsinya juga harus dibatasi. Dibatasi saja sudah 'melar' begini, apalagi kalau tak dibatasi," ujar Nunung. Untuk menjaga stamina tubuhnya agar selalu semangat dalam menjalani aktivitasnya, Nunung selalu mencari cabai rawit.

Saat dirinya sedang makan makanan khas Medan, favorit Nunung adalah daun ubi tumbuk. Tak lupa, ia mencari cabai rawit untuk membuat tubuhnya tak merasa lemas. "Oh, tentu saja daun ubi (singkong) tumbuk. Satu lagi harus ada cabe rawit. Kalau enggak makan cabe rawit dalam satu hari badan bisa lemas," ucap Nunung. Sepertinya makanan yang hanya menghabiskan puluhan ribu rupiah per kilogramnya ini sangat bermanfaat bagi tubuh Nunung, dibanding barang haram bernilai jutaan yang dapat membahyakan nyawanya.

Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia, cabai rawit mengandung energi yang cukup tinggi, sekitar 120 Kal. Bahkan nilai gizi lain yang terbilang tinggi, seperti kalium sebesar 706,2 mg, fosfor sebesar 80 mg, vitamin C sebesar 70 mg, kalsium sebsar 45 mg, dan beta karoten 1.694 mcg. Walau makanan pedas ini sering disalahkan karena membuat sakit perut bahkan gangguan pencernaan, namun berdasarkan laman WebMD, cabai rawit memiliki manfaat baik bagi kesehatan, diantaranya:

Sebuah studi besar menunjukkan bahwa orang dewasa yang makan setidaknya satu cabai merah segar atau kering per bulan selama hampir 20 tahun menurunkan peluang kematian mereka sebesar 13%. Para peneliti tidak yakin mengapa, tetapi mereka berpikir karena nutrisi pada cabai dapat melawan peradangan dan obesitas. Kandungan capsaicin dalam cabai rawit diyakini mampu meningkatkan laju pemanasan seluruh tubuh.

Senyawa ini juga mengaktifkan neuron sensorik yang disebut TRPV1, yang membantu menjaga lemak agar tidak menumpuk dan mengendalikan nafsu makan. Para peneliti berharap untuk menerapkan pengetahuan ini untuk mencegah kenaikan berat badan. Sakit kepala sebelah atai migrain rupanya dapat diobati dengan penggunaan cabai rawit sebagai obat semprot ke hidung.

Namun cara ini cenderung ekstrem, untuk mempermudahnya konsumsi cabai rawit segar seperti biasa. Tujuh dari 10 orang dalam sebuah penelitian yang mengalami migrain, ketegangan, dan sakit kepala lainnya mengalami penurunan rasa sakit itu untuk sementara waktu. Capsaicin adalah bahan super dalam banyak krim, lotion, dan salep yang membawa panas untuk dengan cepat meredakan rasa sakit.

Dalam sebuah penelitian, kandungan dalam cabai rawit ini dapat mengurangi ketidaknyamanan dari radang sendi dan fibromyalgia hingga setengahnya hanya dalam beberapa minggu. Sebuah penelitian menyebutkan, capsaicin tampaknya membunuh sel sel yang terkait dengan lebih dari 40 jenis kanker, termasuk kanker usus besar, hati, paru paru, dan pankreas dan leukemia. Bahan kimia pedas mengubah cara beberapa gen yang terkait dengan sel kanker bertindak dan bahkan menghentikan pertumbuhannya.

Artikel telah dipublikasikan GridHEALTH.id dengan judul

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *