Biar Gajian Gak Selalu Cuma Numpang Lewat, Ikuti 3 Langkah Ini Agar Gaji Tak Habis Begitu Saja

Gajiantiba, tapi kok cuma lewat saja ya? Pasti kalimat ini sudah tidak asing kan dan kerap kali terucap ketikagajiantiba. Entah karena disebabkan bayar utang atau cicilan lainnya yang belum dilunasi. Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto menyebutkan, karyawan harus bisa mengubah pola pikirnya dengan tidak hanya menyandarkan kepadagajiuntuk solusipengeluaranmereka. "Artinya gini, jangan sampai pengeluaran itu menjadi kuncinya.

Kenapa? Karena pengeluaran bersifat tidak terbatas sementara pendapatan terbatas sehingga pendapatan itu tidak pernah cukup kalau hanya mengejar pengeluaran," katanya kepada Kompas.com , di Jakarta, Senin (25/11/2019). Untuk mengatasi defisit tersebut, Eko menyarankan 3 langkah yang bisa kamu ikuti. Tanpa prioritas maka dipastikan kamu tidak dapat mengontrol pengeluaran.

Bedakan mana pengeluaran kebutuhan dan mana yang hanya keinginan saja. Semisal, kamu menerimapenghasilansebesar 100 persen, maka segitu pulalah pengeluaran yang harus disesuaikan. "Dan enggak boleh lebih!," ucapnya.

Pengeluaranreceh bila tidak terkendali bisa menggerogoti keuanganmu secara perlahan lahan. Selain mengatur pengeluaran, kita juga hari memikirkan masa depan. Salah satunya dengan berinvestasi. Eko menyarankan, untuk mengalokasikan 10 persen penghasilan yang kamu terima untuk investasi.

"Dari penghasilan kita seharusnya minimal 10 persen dipakai untuk investasi. Kalau bisa lebih dari itu. Karena investasi sekarang bisa minimal Rp 100.000," ujarnya. Saat ini, sudah banyak tersedia instrumen investasi yang tidak memerlukan nominal terlalu besar.

Sebagai contoh, saham, reksadana, deposito, serta tabungan emas. Menabungdengan jumlah yang cukup besar menjadi tujuankeuanganbanyak orang. Akan tetapi, memulaimenabungtak selamanya mudah.

Bahkan, bagaimana cara memulainya pun seringkali membingungkan, apalagi di tengah godaan membeli barang barang yang kita inginkan. Namun, Anda tak perlu risau. Sebab, ternyata menabung setiap hari bisa terwujud dengan langkah langkah mudah berikut ini, seperti dikutip dari Popsugar , Selasa (19/11/2019). Ada anggapan hari belum dimulai bila belum menyesap kopi.

Apalagi, saat ini bertebaran kopi susu kekinian yang harganya terjangkau, namun rasanya boleh diadu dengan gerai kopi global kenamaan. Namun, pernahkah Anda menyadari berapa banyak uang yang Anda belanjakan untuk membeli kopi dalam sebulan? Daripada membeli kopi, uang tersebut bisa Anda tabung.

Memang sulit meninggalkan kebiasaan yang sudah melekat. Akan tetapi, dengan tekad kuat, Anda pasti bisa melakukannya. Selain membeli kopi, tentu Anda harus mengeluarkan uang untuk makan siang di kantor.

Nah, pernahkah Anda menghitung biaya makan siang Anda dalam sebulan? Pastilah jumlahnya cukup besar. Ketimbang membeli makanan, mengapa tidak membawa bekal saja dari rumah? Selain hemat, membawa bekal sendiri dari rumah juga lebih higienis karena Anda tahu bahan bahan yang digunakan untuk membuat makanan tersebut.

Tak hanya itu, biasakan tidak membeli makanan di luar untuk makan malam. Ini untuk mengurangipengeluaranmakanan yang sebenarnya tidak perlu. Kecuali Anda benar benar membutuhkannya dan menonton setiap hari, ada baiknya Anda menghentikan saja langganan televisi berbayar atau TV kabel di rumah Anda.

Sebaliknya, Anda bisa melirik paket berlangganan layanan streaming seperti Netflix yang harganya lebih terjangkau. Ilustrasi botol minuman. (SHUTTERSTOCK) Pernahkah Anda menghitung berapa kali Anda membeli air minum dalam kemasan dan berapa biaya yang harus Anda keluarkan setiap bulan? Ternyata cukup besar lho.

Mengeluarkan uang untuk membeli air minum dalam kemasan sebetulnya tidak perlu. Sebab, Anda bisa menggunakan botol minum dan mengisi ulang air Anda. Uang yang Anda alokasikan untuk membeli air minum dalam kemasan bisa Anda tabung.

Selain itu, menggunakan botol minum sendiri juga lebih ramah lingkungan. Sebelum meninggalkan rumah, selalu ingat untuk mematikan lampu lampu dan AC. Pastikan juga tidak ada kabel yang masih menempel di stop kontak.

Sebab, tanpa Anda sadari, listrik akan terus mengalir meski Anda tidak menggunakannya. Tentu kebiasaan tak mematikan lampu atau mencabut kabel dari stop kontak bisa membuat tagihan listrik lama lama membengkak. Coba cek rumah atau kamar Anda, apakah ada barang barang yang tak lagi digunakan?

Daripada barang barang itu menumpuk, mengapa tidak dijual saja? Saat ini ada beberapa platform yang melayani jual beli barang barang second yang masih layak pakai. Nah, manfaatkanlah platform tersebut untuk menjual barang barang Anda.

Uang dari hasil penjualan pun bisa ditabung. Ilustrasi diskon (SHUTTERSTOCK via Kompas.com) Sebelum belanja, pastikan Anda mengecek diskon diskon dan promo yang ditawarkan. Daripada membayar penuh, tentu lebih menguntungkan jika bayar dengan diskon.

Anda bisa mengecek media sosial untuk mengetahui ragam promo dan diskon yang ditawarkan berbagai peritel. Sebelum ke pasar swalayan atau pasar tradisional untuk belanja kebutuhan sehari hari, biasakan membuat daftar belanja. Tujuannya agar belanja Anda terarah dan tidak kalap membeli barang barang yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.

Hal yang sama juga terjadi bila Anda ke mall atau hendak berbelanja di situs belanja online.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *