Aplikasi Ini Jadi Solusi Tepat atas Masalah Logistik

Pemerintah sedang giat membangun infrastruktur untuk menyiapkan Indonesia menghadapi tantangan baru: industri 4.0. Berbagai upaya dilakukan agar Indonesia tidak tergilas arus industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber itu. Sebuah tantangan yang tidak kecil karena industri baru ini mencakup elemen elemen penting dalam sebuah gerak pembangunan yang cepat: sistem siber fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif. Pembangunan infrastruktur benar benar digenjot karena dengan infrastruktur yang tepat dan kuat, Indonesia bisa mengambil bagian dalam persaingan industri 4.0 ini.

Bahkan bisa menjadi pemain dan penentu arah bisnis. Dengan demikian, produk produk Indonesia punya daya saing dengan produk produk dari negara lain. Tahun lalu, menurut indikator LPI (Logistics Performance Index), produk produk Indonesia masih kalah saing dengan produk produk dari negara lain. Di Asia Tenggara, Indonesia berada pada urutan ke 5. Masih kalah dari Singapura, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Di dunia, Indonesia berada pada urutan ke 46.

Sebagai bagian dari upaya untuk menjawab tantangan industri 4.0 ini, PT Logan Ahwaya Nusantara (LAN) menghadirkan LoGan, sebuah aplikasi berbasis Android dan iOS. Dengan jargon “Optimize Your Logistics”, LoGan menghadirkan solusi yang tepat atas masalah peredaran logistik dan pergudangan di tanah air. Sebuah kontribusi yang nyata dari anak bangsa terhadap logistic improvement di Indonesia. “Nama LoGan sendiri berasal dari kata ‘logistik dan pergudangan’. Sedangkan ‘Ahwaya’ bermakna hubungan. Jadi, perusahaan kami sebagai perusahaan logistik dan pergudangan yang menghubungkan Nusantara,” kata Boedi Utomo, CEO dan Co founder PT Logan Ahwaya Nusantara, dalam acara peluncuran LoGan kepada pelaku transportasi logistik dan pemilik kargo di Jakarta, Minggu (28/7/2018).

Sebagai aplikasi digital logistik, LoGan membidik pasar B2B (Business to Business). Aplikasi ini menjadi platform yang menghubungkan cargo owner (pengirim barang) dengan transportir (pemilik armada pengangkutan barang) secara online dan real time. Dalam hal ini, LoGan menghadirkan teknologi otomatisasi mulai dari order planning hingga pengelolaan transportir secara efisien.

“LoGan menjadi meet up point antara pemilik kargo dan transportir, khususnya untuk fluktuasi kebutuhan pengiriman barang dan ketersediaan transportir,” jelas Boedi. Dengan LoGan, proses pengiriman barang menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih efisien. GPS tracking system yang terhubung dengan GPS equipment di setiap truk dan ponsel pengemudi mempermudah pengirim barang untuk melacak proses pengiriman. Dengan demikian, pengirim barang bisa tahu kapan proses loading, kapan proses delivery, dan kapan proses unloading. Selain GPS tracking system, LoGan masih punya banyak keunggulan. Salah satunya adalah Emergency Button. Itu adalah fitur keamanan. Fitur ini bisa digunakan pengemudi jika terjadi kecelakaan atau masalah dalam proses pengiriman barang. Dengan fitur itu, para pengemudi bisa terkoneksi dengan instansi terkait.

“Selain itu, kami juga sudah dalam tahap finalisasi dengan pihak institusi keuangan dalam memberikan dukungan pembiayaan untuk pemilik kargo dan transportir. Sesuai observasi internal kami, fitur ini memiliki respons yang positif,” ungkap Boedi. Dengan fokus pada pasar B2B, LoGan menghadirkan sebuah ekosistem otomotif untuk mendukung kebutuhan operasional, pengelolaan, dan pemeliharaan armada tranportir. Ekosistem itu meliputi bengkel, SPBU, penyedia spare part, dan lain lain. Semua perusahaan yang terdaftar dalam ekosistem ini telah melewati proses verifikasi. “Kami akan memperluas ekosistem dengan mengembangkan jaringan di bidang otomotif mulai dari workshops, parts shops, ban, accu and oil untuk menjawab kebutuhan transportir dalam kegiatan operasional, perawatan, dan perbaikan armada. Diharapkan pada akhir 2019 akan terdapat ratusan titik outlet rekanan LoGan di seluruh pulau Jawa,” ungkap Boedi.

Saat ini, LoGan sedang menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Perusahaan perusahaan itu, pada akhir tahun nanti, diharapkan dapat menjangkau seluruh area Jawa. “Perkiraan armada truk yang bergabung dengan aplikasi kami sekitar 5.000 unit,” kata Boedi. Dalam acara peluncuran aplikasi LoGan ini, dilakukan juga penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara PT Logan Ahwaya Nusantara dengan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. Nota kesepahaman itu ditandatangani oleh Boedi Utomo, CEO dan Co founder PT Logan Ahwaya Nusantara, dan Johannes Setiadharma, Direktur PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *