3 Hal Penting Yang Perlu Diketahui Tentang Alergi Dingin

Memasuki musim hujan adalah saat dimana berbagai penyakit mulai bermunculan, mulai dari batuk, pilek, demam hingga alergi dingin . Bagi yang pernah mengalami alergi dingin, pasti tahu bagaimana ciri-cirinya, salah satunya kulit jadi agak bengkak atau bentol, memerah dan juga gatal. Biasanya, alergi seperti ini dapat bertahan selama beberapa hari, jika dibiarkan lama, tentu dapat menghambat aktivitas dan yang pasti membuat tidak nyaman.

Alergi dingin atau yang biasa disebut dengan biduran adalah sebuah reaksi yang muncul dikulit berupa timbulnya bilur dan gatal akibat udara dingin. Pada kasus alergi dingin yang ringan, mungkin hanya sebatas kulit yang merah dan juga gatal, namun jangan anggap sepele alergi dingin ini karena ternyata dapat mengakibatkan gejala yang lebih seperti turunnya tekanan darah, pingsan dan kematian. Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak dan remaja lebih berpotensi untuk terserang alergi dingin namun seiring waktu, alergi ini dapat berkurang dan hilang.

1.       Yuk Kenali Apa Saja Gejala Alergi Dingin

Mengenali apa saja gejala alergi dingin yang biasa terjadi, dapat membuat kita melakukan pencegahan yang baik dan benar. Untuk itu, berikut saya berikan penjelasannya mengenai beberapa gejala alergi dingin yang mungkin terjadi:

  • Munculnya bilur atau bengkak pada bagian kulit yang sering terpapar hawa dingin
  • Kulit terasa gatal
  • Bagian tangan terasa bengkak dan kaku saat memegang benda bersuhu dingin
  • Pada bagian kulit yang muncul bilur biasanya disertai dengan kulit yang memerah
  • Bibir dan tenggorokan jadi tidak nyaman karena terasa bengkak saat mengkonsumsi makanan dan minuman
  • Kepala terasa pusing
  • Sesak nafas

2.       Ini Dia Penyebab Alergi Dingin

Munculnya gejala seperti yang disebutkan sebelumnya, terjadi akibat adanya reaksi saat pelepasan histamin dan zat kimia lain dalam tubuh, dimana hal ini disebabkan oleh faktor cuaca yang sangat dingin. Dari beberapa dugaan, alergi dingin terjadi karena:

  • Faktor keturunan/genetik: pada anak-anak yang sering mengalami alergi dingin, disinyalir adanya faktor keturunan atau riwayat orang tua yang pernah mengidap alergi. Meski hal ini jarang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan
  • Infeksi: beberapa jenis penyakit tertentu seperti radang paru-paru atau pneumonia berpotensi lebih rentan terkena alergi dingin. Hal ini mungkin karena daya tahan tubuh penderita radang paru-paru rendah sehingga mudah terkenal alergi dingin
  • Memiliki riwayat penyakit parah: selain penderita radang paru-paru, mereka yang didiagnosa menderita penyakit parah seperti kanker dan hepatitis, risiko terjadinya alergi dingin lebih tinggi
  • Faktor usia: usia balita atau anak-anak memang masanya antibody belum bekerja dengan maksimal sehingga hal ini juga diduga menjadi penyebab terjadinya alergi dingin, namun semakin tumbuh dan berkembang daya tahan tubuh anak, biasanya semakin jarang terkena alergi dingin

3.       Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Dingin?

Bagi yang belum tahu bagaimana cara mengatasi alergi dingin, pastinya penasarn dan bertanya-tanya. Sebenarnya, tidak sulit untuk dapat mengatasi alergi dingin, dokter biasa meresepkan obat golongan antihistamin. Penggunaan obat antihistmain membuat zat histamin dalam tubuh jadi terhambat yang mana zat ini adalah penyebab alergi muncul.

Penggunaan obat untuk mengatasi alergi dingin, hendaknya berdasarkan resep dokter karena jika dikonsumsi secara sembarangan, terlebih tidak tepat dosisinya, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan serta kerja organ tubuh lainnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *